PROFIL SKS:

PROYEK SEKOLAH KONTEMPORER

SKS adalah proyek sekolah setara perguruan tinggi yang digagas oleh Erudio Indonesia pada 2016, dengan tujuan untuk mengeksplorasi sistem pendidikan seni kontemporer. Proyek ini berawal dari perhatian atas perkembangan pendidikan seni di Indonesia selama ini. Perkembangan teknologi yang semakin cepat terutama setelah hadirnya internet telah membuat pergeseran besar dalam proses penyebaran ilmu pengetahuan secara global. Perguruan tinggi kini tidak lagi menjadi pemegang kuasa tunggal atas akses pendidikan lanjut, malah seringkali ditemukan sebagian kampus tidak bisa berpacu dengan perubahan yang terjadi di masyarakat—termasuk di dalamnya adalah pendidikan tinggi seni dan desain.

Kami merasa, ada banyak hal yang perlu ditelaah dan disusun ulang terutama terkait dengan berbagai macam proses penciptaan: konsep, penguasaan medium, presentasi karya, manajemen produksi, aspek kolaborasi, persinggungan dengan masalah sosial, serta pemahaman atas persoalan global secara umum. Seniman-seniman pada abad 21 ini tentu saja memerlukan karakter yang kuat, portfolio yang berkualitas dan membangung rekam jejak yang kredibel, selain tentu saja membutuhkan keahlian profesional dan jejaring yang kuat untuk mempertahankan kemandirian praktik artistik mereka. Kami ingin mendorong secara lebih luas perhatian dan ketertarikan terhadap karya-karya yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.

Kami merancang lingkungan pendidikan yang progresif dan otonom dengan cara berada di dalam lingkungan kerja dunia seni dan desain saat ini yang memungkinkan siswa untuk secara lebih leluasa mengeksplorasi perkembangan mutakhir dan mencoba ide-ide baru yang tidak mungkin dilakukan dalam sistem edukasi konvensional dan juga mencoba untuk meletakkan indikator kesuksesan dengan melihat kontribusi secara mendalam terhadap masyarakat umum.

Gagasan ini kami coba terapkan melalui penyediaan akses yang dekat terhadap para ahli, pemain kunci di industri serta jejaring yang mereka punya, tidak hanya mendukung pengembangan portfolio yang terpercaya dan relevan melainkna juga untuk mengontrol karir siswa dengan mempersiapkan akses finansial, mendukung layanan kerja profesional seperti aspek legalitas, pemasaran dan komunikasi, serta keterlibatan komunitas.

SKS menggunakan bentuk fusi dari kelas dan studio yang memudahkan siswa untuk bekerja dan berinteraksi. Setiap periode pelaksanaan, kami akan mengundang “Kepala Sekolah” yakni orang yang dianggap ahli dalam suatu bidang untuk mengatur seluruh kurikulum selama satu periode jabatan. Setiap Kepala Sekolah berhak untuk menentukan kriteria peserta program dan pengajar-pengajar yang terlibat untuk memberikan identitas yang unik pada kelas yang diampu. Peserta akan diajak untuk bekerja dan belajar bersama selama 4 bulan hingga menyelesaikan presentasi produksinya. SKS akan meletakkan dirinya sebagai sebuah ruang/laboratorium/simulator terhadap praktik artistik dan kreatif seniman.

Secara sederhana, sistem kerja ini dapat dilihat dalam bagan alur kerja sebagai berikut: